29 Mei, 2009

Mengatasi Anak Pemalu


Jika kita mengamati siswa di sekolah, maka di sana kita akan menemukan berbagai karakter / watak yang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang periang, cerdas, pandai bergaul. Ada pula yang pemalas, suka berkelahi, sering bolos, pemalu, dan sebagainya. Kesemuanya itu merupakan akibat dari lingkungan yang mempengaruhinya.
Diantara sekian banyak karakter / sifat siswa tersebut di sini akan dibahas mengenai siswa yang memiliki sifat pemalu. Sebenarnya sifat pemalu merupakan hambatan bagi diri siswa itu sendiri. Siswa pemalu biasanya menutup diri, kurang pandai bergaul dengan teman sebayanya, tidak bisa mengekspresikan dirinya, adanya pperasaan tertekan, dan sebagainya. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Jika ia pandai maka ia tidak bisa menunjukkan kepandaiannya karena tertekan oleh sifat malu itu sendiri.

Apa penyebab siswa pemalu?
Setelah dilakukan identifikasi masalah, yaitu anak yang pemalu, kemudian langkah selanjutnya diagnosa yaitu pengumpulan data mengenai latar belakang mengapa siswa menjadi pemalu. Adapun sikap pemalu bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya :
1. Sebab-sebab jasmaniah, misalnya bentuk tubuh yang tidak sempurna (pendek, kurus, gemuk, dan sebagainya), terdapat cacat pada anggota tubuh, dan sebagainya sehingga membuat dirinya mnder dan menutup diri.
2. Tidak memiliki kemampuan atau tingkat kecerdasan renda sehingga tidak bisa menyamai teman-teman sekelasnya.
3. Selalu mengalami kegagalan terus-menerus yang tidak disertai dengan keberhasilan. Hal ini akan menurunkan mental siswa, ia akan mengangap dirinya tidak berguna.
4. tidak memiliki ketrampilan-ketrampilan tertentu yang dapat menarik penghargaan Teman-temannya.
5. Sikap orang tua yang terlalu over protektif (terlalu melindungi) sehingga ia merasa dianggap sebagai anak kecil.
6. Guru menuntut terlalu banyak tugas-tugas tetapi ia tidak bisa mengerjakannya.
7. Citra diri negatif. Ia selalu memandang dirinya dari segi kekurangan, bukan dari segi kelebihannya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa siswa yang pemalu merupakan suatu hambatan dalam kegiatan belajarnya. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya. Adapun untuk solusinya antara lain :
1. Menanamkan sifat percaya diri pada siswa tersebut. Caranya dengan membeirkan penjelasan yang logis dan dapat dimengerti. Misalkan : manusia adalah makhluk yang paling sempurna, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan sebagainya.
2. Memberi perhatian padanya (baik oleh guru pembimbing atau orang lain) untuk melihat apa yang menyebabkan ia tidak diterima oleh kelompok teman sebayanya.
3. Memberi dorongan dengan perlahan-lahan, setingkat demi setingkat. Jangan memaksa anak yang pemalu / menyendiri untuk berpindah di muka kelas kalau ia belum siap. Karena kegagalan dalam usahanya, sifat malu dapat mendorong dia lebih mundur. Berilah ia kesempatan untuk emnghayati keberhasilan dalam usahanya.
4. Memberikan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Anak yang pemalu dan menyendiri biasanya tidak mempunyai ketrampilan untuk memulai berpartisipasi dalam kelompoknya.
5. Menolong siswa agar ia dapat makin diterima oleh kelompoknya.
6. Guru perlu menunjukkan kepada anak bahwa anak diterima oleh guru dan bahwa partisipasinya dihargai.
Siswa pemalu memang sulit untuk diatasi. Walaupun tidak begitu terlihat, namun secara tidak langsung hal itu mengakibatkan potensi yang dimilikinya menjadi terhalang. Hal terpenting untuk dilakukan adalah mengubah pandangan tentang citra dirinya, pandangan yang semula negatif diubah menjadi positif. Tanamkan rasa percaya diri dan pemberian penghargaan dapat secara bertahap mengubah citra dirinya.
Mengatasi siswa pemalu tidak bisa dilakukan secara spontan, harus dilakukan setahap demi setahap. Sebab ini berkaitan dengan kebiasaan / kepribadian dirinya. Dan mengubah kebiasaan / kepribadian tidak bisa secara langsung. Oleh karena itu mengatasi anak yang pemalu (sebenarnya tidak hanya anak pemalu) perlu memerlukan kesabaran dan keuletan. Dan untuk batas waktu tidak bisa ditentukan secara pasti, tergantung seberapa besar siswa tersebut mau berubah.

-oOo-

Tidak ada komentar: