06 June, 2012

Aliran Sesat dalam Islam


Akhir-akhir ini munculnya berbagai macam aliran sesat kian marak. Ibarat jamur yang tumbuh di musim hujan, aliran sesat tersebut seolah merebak dan menyebar ke seantero Indonesia. Bak peribahasa mati satu tumbuh seribu, dibubarkannya satu aliran maka akan memicu kemuculan aliran lain yang lebih banyak dan juga mungkin lebih nganeh-anehi.

Sebut saja beberapa aliran yang sudah dianggap sesat oleh majelis Islam kita MUI, yaitu Ahmadiyah, Lia Aminudin atau lebih dikenal dengan Lia Eden, Ajaran Ingkar Sunnah, LDII, Santri Loka, kasus pencucian otak oleh kelompok NII, dan masih banyak lagi wajah aliran sesat di Indonesia yang tidak bisa disebutkan satu-persatu di sini. Pertanyaannya kemudian adalah, benarkah aliran mereka sesat? Lalu batasan apa yang menjadikan suatu aliran itu dikatakan sesat?

Sebenarnya kata sesat atau kesesatan itu bahasa Arabnya dhalal, yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Dalam al-Qur’an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat (lihat QS Yunus: 32). Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran menurut Al Qur’an dan Hadits sebagai pedoman pokok umat Islam, bukan kebenaran menurut subjektifitas individu ataupun golongan. Maka jika ingin mengetahui bahwa suatu aliran dikatakan sesat atau tidak, tinggal dikonfrontasi saja aliran tersebut dengan isi dan kandungan dalam Al Qur’an dan Hadits tersebut. Dan jika terdapat perbedaan dan pertentangan antara keduanya, maka sudah barang tentu yang wajib disalahkan adalah aliran tersebut. Al Qur’an tidak mungkin salah karena ia adalah kebenaran di atas kebenaran.

Adapun sebab-musabab suatu aliran dikatakan sesat apabila sudah menyimpang dari dasar-dasar Islam (ushuluddin) yang dirumuskan MUI (dalam rakernas MUI di Jakarta, 6 November 2007 M)  kedalam 10 kriteria, yaitu:
1.      Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam
2.      Meyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i
3.      Meyakini turunnya wahyu sesudah al-Qur`an
4.      Mengingkari otentisitas dan kebenaran al-Qur`an
5.      Menafsirkan al-Qur`an tidak berdasar kaidah-kaidah tafsir
6.      Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7.      Menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan Nabi dan Rasul
8.      Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir
9.      Mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syari’at
10.  Mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

Selanjutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya aliran sesat. Pertama, karena kurangnya pemahaman agama terlebih lagi karena lemahnya aqidah. Pemahaman agama Islam yang parsial dapat menyebabkan seseorang terjebak pada kesesatan. Kedua, penafsiran ayat Al Qur’an yang keliru. Tidak sembarang orang bisa menafsirkan Al Qur’an, diperlukan ilmu khusus dan mumpuni untuk mengkajinya. Ketiga, ketidakpuasan seseorang terhadap pemimpin atau pemuka agamanya sehingga berupaya mendirikan agama baru yang menurutnya lebih baik.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah dan memberantas aliran sesat yaitu, (1) mengenal agama Islam secara lebih mendalam, (2) mempererat hubungan dengan ulama (orang yang lebih kuat aqidahnya), (3) bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan kita pada Allah, (4) baca dan pelajari Al Qur’an dan Hadits, (5) Berhati-hati dalam menafsirkan Al Qur’an, (6) memberikan dakwah keagamaan yang mudah diterima, dimengerti, dan juga mengasyikkan, (7) menangkap para pemimpin aliran sesat untuk kemudian diberikan dakwah tentang ajaran agama secara kaffah (menyeluruh).
Wallahua'lam.

No comments:

Post a Comment