Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

02 December, 2008

Mutiara Kata




29 October, 2008

Puisi Nugie

Sahabat
Oleh : Nugroho

Tubuh ini terpisah
Namun yakinlah bahwa kita adalah Satu
Tak kan tertawa di atas duka melanda diantara kita
Tak pula iri
Bila antara kita
Kedatangan bahagia
Biarkan saja bulan dan bintang
Tetap menerangi malam
Walau kadang terselimuti awan hitam
Tetapi sinarnya tak mungkin sirna
Begitupun persahabatan kita
Layaknya sinar bulan dan bintang
Kan terus menjadi benderang
Tak kan mungkin hilang
Meski bumi mulai usang
(untuk arti sebuah persahabatan)



Diam Dalam Keramaian
Oleh : Nugroho


Matahari bagiku
Adalah sumber keramaian
Disaat sinarnya ditampakkan
Mulailah setiap orang
Bergerak dan berteriak
Mengikuti arah ia merangkak
Aku selalu bertanya kepadanya
Mengapa ku merasa sepi disaat harusnya ku larut dalam kegaduhan
Tetapi, matahari hanya terdiam
Tak pernah sedikitpun menjawab
Mungkin matahari heran melihatku terdiam diantara keramaian
Dan mungkin ia pun bingung
atas kebodohan diriku yang kerap mempertanyakan
mengapa sesuatu yang diam malah menjadi sumber keramaian…?


Anugerah Cinta
Oleh : Nugroho

Alangkah nikmat anugerah cinta
Mengalir di sela-sela jiwa manusia
tanpa peduli bahwa cinta seringkali bawakan luka
Namun cinta
Tak kan ditinggalkan begitu saja
Terus dipuja
Bagi mereka dilanda asmara
Cinta juga menjadikan buta
Walau musti arungi samudera
Kan dilakukan demi meraih cintanya
Benarkah ini kenyataan cinta
Cinta memang seringkali hadirkan luka
Cinta pun menjadi buta
Tetapi meski terluka
Harus pula menjadi buta
Cinta tetap saja
kan memberi makna dan warna
Bagi para pemujanya


Do`a yang Tertunda
Oleh : Nugroho

Ditengah guyuran sendu
Berdiri ku tanpa sapa
Terkepung dusta merajalela
Pergi
Jauh ku pergi bertemu sia belaka
Tegar
Cobaku tegar meski sementara
Sembunyi
Menyusup kolong bumi
Tak secuil arti
Dusta leluasa menjerat hati
Membungkam nurani
Dosa
Tinggal gumpalan dosa
Melekat erat di jiwa
Bersimpuh bersujud
Menjadi pilihan kedua
Andai aku sadar diawal masa
Maha dahsyat kekuatannya
Mengusir dusta tak tersisa
Melebur dosa bersama hawa
Tiada rupa tak jua teraba
Kekuatan itu ialah do`a

14 September, 2008

Azam Cinta*

Secuil hati menapak tilas mengejar secercah cahaya
Hamparan asa dan seerbak cinta melangkah mengiringinya
Tertatih-tatih antara perasaan dan kenyataan..
Antara keyakinan dan keputusaaan
Kejujuran...
Hanya itu yang ingin kusampaikan pada-Mu
Ku akui aku lemah, selalu merasa kerdil dan tak berarti apa-apa
Sungguh tidak berarti apa-apa
Lantunan cinta teriring bersama angin yang berhembus
Memberika rasa pada jiwa yang kering dan tandus
Melepas dahaga... memercikkan cahaya pada nurani gelap gulita
Ataukah justru melahirkan kebutaan pada setiap tipu daya...
Cakrawala kemilau... kurasakan terpendar
Terpendar oleh keraguan yang menyelimuti jiwa
Dan jiwa itu kini kurasa gelap
Tertutup oleh gerbang-gerbang ketidakpastian
Secuil hati kini datang pada-Mu
Mengharapkan setetes cinta yang pada akhirnya membukakan rasa
Memberikan cahaya kedamaian pada hati yang risau dan berceceran
Yang tidak akan ditemukan pada cakrawala manapun, selain diri-Mu

*Ary El Wanasaby

Where are you...

Ketika aku telah menemukan sebuah tempat
Maka telah aku tetapkan di sini kita berdiri
Di tempat ini….
Keramaian menjadi sangat jauh
Hanya bunyi gemericik air yang mengalun serasi
Bersama bulan purnama yang menyinari
Lalu kau menggandeg tanganku
Dan kita merasakan kedamaianSeolah menyatu dengan alam
Bercengkrama dengannya
Seolah-olah kita menjadi bagian darinya
Lalu apa yang harus aku katakan
Apakah aku harus mengatakan selamat tinggal padamu
Kenangan itu…
Kenangan kita yang tak akan pernah terlupakan
Kendatipun sampai batas usiaDan akhirnya waktu memisahkan kita
Ketika aku pergiSelalu yang kulihat adalah belakang
Karena di sana…
Ada dirimu juga diriku
Terpaut pada sepi waktu
Merajut mimpi untuk memori abadi
Tak terasa air mataku mengalir deras
Tapi aku percaya…
Dan juga berharap, air mata ini akan hilang ditengah hujan
Seiring dengan bergulirnya waktu
Kini aku coba temukan kembali jalanku
Meraih kembali tanganmuMengikat kembali rasa yang pernah ada
Aku tak peduli seberapa jauh dirimu
Karena hanya dengan menutup mata
Kau telah hadir dalam mimpiku
Setulusnya aku tak bisa meninggalkanmu
Karena sampai saat ini
Kau adalah permaisuri, di dalam lubuk hati…

25 June, 2008

Menyayat Rindu

Cintaku kepadamu seharusnya putih
Sungguh sangat mengherankan bila aku datang untuk menghindar
Bagai menanam diri dalam tandus, seperti itu kau akan mendapati aku, bukan sebagai apa-apa
Tidak dapat membangkitkan kecintaan...
Tidak dapat menunjukkan diri...
Adalah aku... terlelap dalam mimpi mengitari pelangi matahari
Tetapi seluruh alam beserta isinya ku rasa gelap
Tertutup pintu-pintu hati...
Bagaimana mungin bersinar jika gambaran keduniaan masih melekat pada cermin hati
Bagaimana mungkin terbayangkan sesuatu yag tumbuh tanpa di tanam
Adalah aku... Manusia pandai berbohong pada yang nyata tetapi tidak tahu wujud apa yang membungkam kejujuran...
Kaca di mata... tesa melahirkan antitesa yang melahirkan kebutaan rasa
Kedunguan ini ditunjukkan oleh orang bodoh
Bersedih... bersedih karena cinta memanah hati
Keraguan selimuti jiwa memperlihatkan pada ketiadaan diri
Tetap ada sekalipun tidak ada, tidak tahu merindukan sesuatu
Sabda kata rindu menjelma dalam hati
Kilauannya sempurna bercinta untuk pengabdian
Salam panjang kubangun diantara detik-detik sepi
Yang tersisa sempat teraba
Menitipkan sepotong hati untuk mencintai kebajikan atas dirimu
(By : Sholawat Al Mizan)